Tuesday, November 20, 2012

PANCASILA SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL


PANCASILA SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL

I.                   KRAKTERISTIK,MELIPUTI:

1.         Pancasila adalah falsafah bangsa,dasar Negara dan ideologi Negara
2.         Bentuk Negara kesatuan republic Indonesia(NKRI)
3.         Bentuk pemerintah adalah republic
4.         Lambang Negara adalah garuda pancasila
5.         Bendera Negara adalah merah putih
6.         Lagu bangsa adalah Indonesia raya
7.         Bahasa,bahasa Indonesia
8.         Geografis Negara kepulauan
9.         Hak asasi manusia,melindungi dan menjujung tinggi hak
10.        Persekutuan Negara,Negara non blok
11.        Sifat bangsa Indonesia,cinta damai,cinta kemerdekaan,ramah tamah dan gotong royong
12.     Terorisme,anti teroris
13.        Semboyan satu nusa,satu bangsa,dan satu bahasa

II.                PROSES PERUMUSAN PANCASILA

1.            Sidang BPUPKI,tanggal 29 mei 1945,siding BPUPKI urutan pancasila.
a.       Peri kebangsaan,peri kemanusian,peri kerakyatan,peri ketuhanan,kesejahteraan rakyat.
2.            Sidang BPUPKI tanggal 1 juni 1945
Sila:
·         Kebangsaan Indonesia
·         Internasionalisme/perikemanusiaan
·         Mufakat/demokrasi
·         Kesejahteraan social
·         Ketuhanan YME
3.            Sidang BPUPKI tanggal 22 juni 1945, Sbb:
·         Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya
·         Kemanusian yang adil dan beradab
·         Persatuan Indonesia
·         Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
·         Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.
4.            Sidang PPKI tanggal 18 agustus 1945, Sbb:
·         Ketuhanan YME
·         Kemanusian yang adil dan beradab
·         Persatuan Indonesia
·         Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
·         Keadilan social bagi seluruh Indonesia
5.            Muka konsitusi RIS tahun 1949
Muka konsitusi undang-undang sementara 1950, Sbb:
·         Ketuhanan YME
·         Peri kemanusiaan
·         Kebangsaan
·         Kerakyatan
·         Keadilan social
6.            Dekrip presiden 5 juni 1959,yang menyatakan berlaku kembali UUD 1945,jadi urutan-urutan pancasila:
·         Ketuhan YME
·         Kemanusian yang adil dan beradab
·         Persatuan Indonesia
·         Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
·         Keadilan social bagi seluruh Indonesia.

III.              45 BUTIR PANCASILA.

1.            Sila pertama,Ketuhanan YME,terdapat 7 butir.
Ø  Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaannya terhadap Tuhan YME
Ø  Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan YME,sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusian yang adil dan beradab
Ø  Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan YME.
Ø  Membina kerukunan hidup diantara sesame umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME
Ø  Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME,adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan YME,yang di percayai dan di yakini.
Ø  Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
Ø  Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME,kepada orang lain.
2.                     Sila kedua,kemanusian yang adil dan beradab.
Ø    Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan YME
Ø    Mengakui persamaan derajat,persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia,tanpa membeda-bedakan suku,keturunan,agama,kepercayaan,jenis kelamin,kedudukan social,warna kulit,dan sebagainya.
Ø    Mengembangkan sikap saling mencintai sesame manusia.
Ø    Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepa selira
Ø    Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
Ø    Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian
Ø    Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan
Ø    Berani membela kebenaran dan keadilan
Ø    Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia
Ø    Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.
3.            Sila ketiga,persatuan Indonesia
Ø    Mampu menempatkan persatuan,kesatuan,serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan Negara sebagai kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi atau golongan
Ø    Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan Negara dan bangsa apabila di perlukan
Ø    Mengembangkan rasa cinta tanah air dan bangsa
Ø    Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia
Ø    Memelihara ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi,dan keadilan social
Ø    Mengembangkan persatuan Indonesia dasar bhineka tunggal ika
Ø    Memajukan pergaulan demi kesatuan dan persatuan bangsa
4.            Sila keempat,kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Ø    Sebagai warga Negara dan warga masyarakat,setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan,hak dan kewajiban yang sama
Ø    Tidak boleh memaksa kehendak orang lain
Ø    Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan dan kepentingan bersama
Ø    Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan
Ø    Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang di capai sebagai hasil musyawarah
Ø    Dengan itikad baik dengan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah
Ø    Di dalam musyawarah di utamakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi atau golongan
Ø    Musyawarah di lakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur
Ø    Keputusan yang di ambil dapat di pertanggung jawabkan kepada Tuhan YME,menjunjung tinggi harkat dan martabad manusia,nilai kebenaran dan keadilan,mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama
Ø    Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang di percayai untuk melaksanakan permusyawaratan
5.            Sila kelima,keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia
Ø    Mengembangkan perbuatan yang luhur,yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong royongan
Ø    Mengembangkan sikap adil terhadap sesame
Ø    Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
Ø    Menghormati hak orang lain
Ø    Suka memberikan pertolongan terhadap orang lain agar dapat berdiri sendiri
Ø    Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain
Ø    Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah
Ø    Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum
Ø    Suka bekerja keras
Ø    Suka menghargai hasil karya orang lain
Ø    Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan keadilan social

         


IV.             FUNGSI DAN PERANAN PANCASILA

A.          Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia
B.           Pancasiala sebagai kepribadian bangsa Indonesia
C.           Pancasiala sebagai dasar Negara RI
D.          Pancasila sebagai sumber dan segala sumber tertib hokum Indonesia
E.           Pancasila sebagai perjanjian luhur Indonesia
F.            Pancasila sebagai pandangan hidup yang mempersatukan bangsa Indonesia
G.          Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa
H.          Pancasila sebagai moral pembangunan

V.                GLOBALISASI

Globalisasi mempengaruhi semua aspek yang ada di masyarakat, diantaranya, aspek budaya yang mempengaruhi identitas bangsa. Globalisasi sebagai sebuah gejala terbesar nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia sehingga menjadi budaya universal.

           Ciri-ciri berkebangsanya globalisasi kebudayaan:
·               Berkembangnya kebudayaan internasional
·               Penyebaran prinsip multi kebudayaan dan kemudahan akses suatu individu terhadap kebudayaan lain
·               Berkembangnya turis dan pariwisata
·               Semakin banyaknya imigrasi
·               Berkembangnya mode/gaya hidup

Identitas nasional dalam pergaulan
a.       Menurut Minto Rahayu
       Revitalisasi pancasila mengandung 3 dimensi yaitu:
                                                                                i.            Realitas nilai-nilai yang di kandung pancasila bersikap objektif dapat tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat
                                                                              ii.            Idealitas nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila tidak dapat di tinggalkan.
                                                                            iii.            Flexibilitas pancasila terbuka terhadap tafsiran-tafsiran baru untuk memenuhi kebutuhan perkembangan maka pancasila akan tetap actual,relexfun,dan fungsional terhadap berbangsa dan bernegara.



  Pancasila adalah cetak biru dari proyek Indonesia merdeka,keluar dari frame pancasila maka Indonesia kehilangan identitas.
 Identitas nasional penting karena memiliki fungsi sebagai pedoman, pegangan,dalam interaksi kehidupan bangsa yang pluralis dengan bangsa-bangsa lain dalam hal berfikir,sikap perilaku menampakan perbedaan dengan bangsa lain suatu bangsa yang berdiri kokoh,kuat,mantap,tidak mudah terombang-ambing oleh pengaruh/keadaan apapun di era informasi,era komunikasi dan era globalisasi sehingga bangsa Indonesia dapat memainkan peranannya sebagai bangsa yang netral kepada posisi silang dunia yang strategis setiap warga Negara memiliki kedudukan yang setara dalam dan berhubungan dengan Negara lain,dikaitkan dengan masalah  integrasi Indonesia maka proses integrasi Indonesia masih terus berlangsung sampai waktu yang tidak terbatas,segenap bangsa Indonesia terus mencari bentuk yang ideal,mengacu pada sejarah lahirnya bangsa Indonesia dan pola dasar,dari integrasi bangsa Indonesia adalah pancasila,dasar utama dari integrasi Indonesia sebagai mana di amanatkan dalam pancasila adalah kesetaraan 

No comments:

Post a Comment